Welcome

selamat datang di blog penuh inspirasi dan solusi.

Jumat, 16 November 2012

Cara Mempercepat Loading Blackberry Smartphone yang Mulai Lemot


Cara Mempercepat Loading Blackberry Smartphone yang Mulai Lemot

Apakah anda adalah seorangpengguna Blackberry? Nah, jika anda adalah salah satu pengguna blackberry pastinya adan sering mengalami hal ini dong, “BBku Lemot” sering kali banyak diucapkan oleh orang-orang yang menggunakan Blackberry Smartphone. Nah, sebenarnya ada cara simple untuk bisa mmepercepat loading dari blackberry smartphone anda, berikut iini adalah cara mempercepat loading Blackberry smartphone untuk semua versi:
  • Lepas Baterai
    Usahakan lepaskan baterai dari tubuh ponsel setiap 2-3 hari sekali. Diamkan selama 1-2 menit. Cara ini berfungsi untuk menghapus sisa-sisa file yang tidak terpakai akibat proseschatting atau browsing.
  • Clear Log
    Bersihkan log dengan cara menekan tombol ALT+L G L G. Setelah hasil log muncul pada layar, tekan tombol logo BlackBerry. Pilih clear log atau bersihkan log. Tekan delete.
  • Cleaning Memory
    Bersihkan memori. Langkah-langkahnya ialah options, security options, cleaning memory. Lalu telak tombol logo BlackBerry dan pilih clean now.
  • Host Routing Table
    Lakukan 2-3 hari sekali. Caranya, pilih options, advanced options, host routing table. Setelah itu tekan tombol logo BlackBerry. Pilih register now.
  • Diagnostic Test
    Dengan cara ini akan terlihat apakah BlackBerry terkoneksi dengan baik. Mulai dari PIN dan register email. Caranya, pilih options, mobile network. Setelah itu tekan logo BlackBerry, diagnostic test dan tekan lagi tombol logo BlackBerry.
Semoga tips yang singkat ini bisa membawa manfaat untuk kita semua guna memanfaatkan Blackberry dengan sebaik-baiknya.

Jumat, 09 November 2012

TAMALAMUNG
1) Bagaimana asal mula tradisi Tama Lamung dalam upacara khitan pada masyarakat bangsawan Samawa di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa,
2) Bagaimana perubahan- perubahanyang terjadi pada tradisi Tama Lamung dalam upacara khitan pada masyarakat bangsawan Samawa di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa,
3) Apakah factor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam tradisi Tama Lamung pada upacara khitan pada masyarakat bangsawan Samawa di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa,
4) Bagaimanakah kelangsungan tradisi Tama Lamung pada kehidupan pada masyarakat bangsawan Samawa di Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa,
5) Bagaimanakah makna pendidikan dari tradisi Tama Lamung pada generasi muda di Kecamatan Sumbawa Kabupaten Sumbawa. Sesuai dengan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penilitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis perubahan yang terjadi dalam tradisi Tama Lamung, serta mendeskripsikan dan menganalisis kelangsungan dan makna pendidikan dalam tradisi Tama Lamung di tengah-tengah kehidupan masyarakat Kecamatan Sumbawa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara,observasi,dan dokumentasi. Analisis datayang digunakan adalah analisis interaktif yang telah dilakukan sejak dilapangan. Hasil dari analisis interaktif kemudian direduksi untuk diperoleh gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengmatan. Selain analisis interktif digunakan juga komparasi data dengan tujuan membandingkan kasus Tama Lamung yang satu dengan kasus Tama Lamung yang lainnya sehingga ditemukan perubahan dalam tradisi tersebut. Terakhir data diinterprestasi dengan teori perubahan kebudayaan. Dari sini dapat disimpulkan tentang perubahan yang terkandung dalam tradisi Tama Lamung sehingga tradisi ini tetap dipertahankan. Dalam penelitian ini pengecekan keabsahan data temuan dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi, dan teknik ketekunan pengamatan. Penelitian ini memeperoleh hasil yaitu: 

1. Asal mula tradisi tama lamung
Lamung adalah bermula dari kebiasaan menggunakan lamung pene bagi seorang wanita Sumbawa khususnya di kecamatan Sumbawa yang akan memasuki usia remaja. Wanita yang melaksanakan tradisi Tama Lamung haruslah dari golongan bangsawan dan tau sanak (golongan merdeka). Guna menghindari malapetaka yang dapat menimpa individu yang bersangkutan maka dilaksanakan tradisi Tama Lamung. Hal ini dapat dilihat dalam prosesi Tama Lamung yang dalam tahapannya seperti berodak dan maning suci berguna untuk menolak bala berupa penyakit seperti kesikal (kesurupan) yang dapat menimpa wanita tersebut.
2. Dalam perkembangannya tradisi ini mulai mengalami perubahan yang di sebabkan oleh adanya perubahan ide pada masyarakat bangsawan samawa yang mulai menitik beratkan pada pola piker praktis ekonomi. Namun perubahan yang terjadi dalam Tama Lamung hanya terlihat pada permukaannya atu kulitnya saja,sedangkan makna dan tujuan dari upacara ini masih tetap di pertahankan,artinya masih ada masyrakat yang melaksanakannya tradisi ini karena menganggap tradisi ini masih di perlukan dan berguna dalam kelangsungan hidup masyarakat tersebut.

3. adapun beberapa factor yang mendorong perubahan dalam pelaksanaan upacara Tama Lamung antara lain factor ekonomi yang menyebabkan tradisi ini mulai di sederhanakan dengan menggabungkannya dalam upacara-upacara lain terutama dalam acara khitan. Selain itu kemajuan teknologi membawa perubahan dalam paralatan yang di gunakan dalam upacara Tama Lamung yang tidak lagi menggunakan peralatan tradisional melainkan telah diganti dengan peralatanan modern. Hal ini dikarenakan pola fikir masyrakat Sumbawa yang lebih mementingkan kepraktisan dari peralatan tersebut. Faktor pendidikan dan agama dalam hal ini mulai jarang dilakukan oleh masyarakat pendukungnya.
4. Tradisi Tama Lamung yang mulai jarang di lakukan menyebabkan masyarakat muali mengenal adanya tradisi rebuya (mencari) agar di laksanakan upacara Tama Lamung.
5. Wanita yang telah melakukan upacara Tama Lamung maka memiliki kewajiban untuk menjaga harkat dan martabatnya sebagai wanita dengan selalu mengikuti segala adat istiadat dalam masyarakat. Adat istiadat ini dapat di pelajari dengan mengikutsertakan wanita tersebut dalam berbagai upacara adat seperti menjadi ina odak (orang yang mengurus segala keperluan acara). Dan ina saneng (pedampaing kedua mempelai) dalam upacaara perkawinan. Tradisi Tama Lamung mulai mengalami kepunahan, oleh sebab itulah di harapkan kepada pemerintah setempat dan budayawan Sumbawa untuk lebih memperhatikan keberadaan upacara Tama Lamung. Perhatian ini dapat berupa motivasi, atau fasilitas upacara agar masyarakat tetap melaksanakan upacara Tama Lamung seperti yang dilakukan nenek moyangnya, sehingga generasi muda khususnya yang berada di kecamatan Sumbawa tetap mengenal dan mengetahui keberadaan tradisi Tama Lamung.

Tama Lamung diKecamatan Sumbawa dulu sering dilaksanakan oleh masyarakat Sumbawa tapi sekarang acara Tama Lamung jarang dilaksanakan. Acara Tama Lamung dilaksanakan pada acara yaitu:
1) Khitan (basunat)
2) Pencucian perut(bisotian)
3) Belulur(odak pancar)
Di acara Bisotian juga dilaksanakan acara Tama Lamung bisa juga tidak. Diacara Basunat pun harus dilaksanakan tidak seperti acara Bisotian bisa tidak dilaksanakan
Adat istiadat Tama Lamung ini dilaksanakan dalam upacara perkawinan adat Sumbawa maupun dalam upacara khitan,menurut adat istiadat Sumbawa dalam upacara perkawinan biasanya di rangkaikan dengan upacara odak pancar dan upacara Tama Lamung.